1.
Pengelompokkan
Unsur Menurut Antoine Lavoisier
Setelah Boyle memberi penjelasan tentang konsep unsur,
Lavoiser pada tahun 1769 menerbitkan suatu daftar unsur-unsur. Lavoiser membagi
unsur-unsur dalam unsur logam dan non logam. Pada waktu itu baru dikenal kurang
lebih 33 unsur. Pengelompokan ini merupakan metode paling sederhana ,
dilakukan. Pengelompokan ini masih sangat sederhana karena antara unsur – unsur
logam sendiri masih banyak perbedaan.
Perbedaan Logam dan Non Logam
Logam
|
Non Logam
|
|
|
Ternyata, selain unsur logam dan non-logam, masih
ditemukan beberapa unsur yang memiliki sifat logam dan non-logam (unsur
metaloid), misalnya unsur silikon, antimon, dan arsen. Jadi, penggolongan unsur
menjadi unsur logam dan non-logam masih memiliki kelemahan.
(+) KELEBIHAN :
- Sudah Mengelompokkan 33 unsur berdasarkan sifat kima, sehingga bisa dijadikan referensi bagi ilmuwan setelahnya
(-) KELEMAHAN :
- Pengelompokannya masih terlalu umum
- Pengelompokkan Unsur Menurut Johann Wolfgang Dobereiner
2. Hukum TriadeDobereiner
Dobereiner adalah orang pertama menemukan hubungan
antara sifat unsur dengan massa atom relatifnya. Unsu-unsur dikelompokkan
berdasarkan kemiripan sifat-sifatnya. Setiap kelompok terdiri atas tiga unsur,
sehingga disebut triade. Di dalam triade,
unsur ke-2 mempunyai sifat-sifat yang berada di antara unsur ke-1 dan ke-3 dan
memiliki massa atom sama dengan massa rata-rata unsur ke-1 dan ke-3.
Jenis Triade :
- Triade Litium(Li), Natrium(Na), Kalium(k)
- Triade Kalsium(Ca), Stronsium(Sr), Barium(Br)
- Triade Klor(Cl), Brom(Br), Iodium(I)
(+) KELEBIHAN :
+ Keteraturan setiap unsur yang sifatnya mirip massa atom (Ar) unsur yang
kedua (Tengah) merupakan massa atom rata -rata di massa atom unsur
pertama dan ketiga
(-) KEKURANGAN
- Kurang efisien karena ada beberapa unsur lain yang tidak termasuk dalam
kelompok Triade padahal sifatnya sama dengan unsur di dalam kelompok triade
tersebut.
3. Hukum Oktaf Newlands
Triade Debereiner
mendorong John Alexander Reina Newlands untuk melanjutkan upaya pengelompokan
unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom dan keterkaitannya dengan sifat
unsur.
Menurut Newlands, jika unsur-unsur diurutkan letaknya
sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat unsur akan terulang
pada tiap unsur kedelapan. Keteraturan ini sesuai dengan pengulangan not lagu
(oktaf) sehingga disebut Hukum Oktaf (law of octaves). Tabel
berikut menunjukkan pengelompokan unsur berdasarkan hukum Oktaf Newlands.
(-)KELEMAHAN :
- dalam kenyataanya mesih di ketemukan beberapa oktaf yang isinya lebih
dari delapan unsur. Dan penggolonganya ini tidak cocok untuk unsur yang massa
atomnya sangat besar.
4. Sistem Periodik Mendeleev
Dmitri Ivanovich Mendeleev pada tahun 1869 melakukan pengamatan 63 unsur
yang sudah dikenal dan mendapatkan hasil bahwa sifat unsur merupakan fungsi
periodik dari massa atom relatifnya. Sifat tertentu akan berulang secara
periodik apabila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom
relatifnya. Mendeleev selanjutnya menempatkan unsur-unsur dengan kemiripan
sifat pada satu lajur vertikal yang disebut golongan. Unsur-unsur juga disusun
berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya dan ditempatkan dalam satu lajur
yang disebut periode.
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN:
(+) KELEBIHAN :
+ Sistem Periodik Mendeleev menyediakan beberapa tempat kosong untuk
unsur-
unsur yang belum ditemukan.
+ meramalkan sifat-sifat unsur yang belum diketahui.
Pada perkembangan selanjutnya, beberapa unsur yang ditemukan ternyata cocok
dengan prediksi Mendeleev.
unsur yang belum ditemukan.
+ meramalkan sifat-sifat unsur yang belum diketahui.
Pada perkembangan selanjutnya, beberapa unsur yang ditemukan ternyata cocok
dengan prediksi Mendeleev.
(-) KELEMAHAN :
- Masih terdapat unsur – unsur yang massanya lebih besar letaknya di depan
unsur yang massanya lebih kecil.
- Adanya unsur-unsur yang tidak mempunyai kesamaan sifat
dimasukkan dalam satu
golongan, misalnya Cu dan Ag ditempatkan dengan unsur Li, Na, K, Rb dan Cs.
golongan, misalnya Cu dan Ag ditempatkan dengan unsur Li, Na, K, Rb dan Cs.
- Adanya penempatan unsur-unsur yang tidak sesuai dengan kenaikan
massa atom.
5. Teori Sistem Periodik Modern
Tabel periodik Mendeleev dikemukakan sebelum penemuan
struktur atom, yaitu partikel-partikel penyusun atom. Partikel penyusun inti
atom yaitu proton dan neutron, sedangkan elektron mengitari inti atom. Setelah
partikel-partikel penyusun atom ditemukan, ternyata ada beberapa unsur yang
mempunyai jumlah partikel proton atau elektron sama, tetapi jumlah neutron
berbeda. Unsur tersebut dikenal sebagai isotop. Jadi, terdapat atom yang mempunyai
jumlah proton dan sifat kimia sama, tetapi massanya berbeda karena massa proton
dan neutron menentukan massa atom.
Dengan demikian, sifat kimia tidak ditentukan oleh
massa atom, tetapi ditentukan oleh jumlah proton dalam atom tersebut. Jumlah
proton menyatakan nomor atom. Dengan demikian sifat-sifat unsur ditentukan oleh
nomor atom. Keperiodikan sifat fisika dan kimia unsur disusun berdasarkan nomor
atomnya. Pernyataan tersebut disimpulkan berdasarkan hasil percobaan Henry
Moseley pada tahun 1913. Menurut Moseley, sifat-sifat kimia unsur
merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya. Artinya, jika unsur-unsur
diurutkan berdasarkan kenaikan nomor atomnya, maka sifat-sifat unsur akan
berulang secara periodik.
Susunan periodik yang disusun oleh Moseley akhirnya berkembang lebih baik
sampai didapatkan bentuk yang sekarang ini dengan mengikuti hukum periodik
bahwabila unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atom, maka sifat unsur
akan berulang secara periodik.
Sistem periodik modern dikenal juga sebagai sistem periodik bentuk panjang,
terdapat lajur mendatar yang disebut periode dan lajur
tegak yang disebut golongan.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar